Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Itu Vitiligo dan Penyebabnya? Kenali Juga 5 Penyakit Kulit Umum Dialami Orang Indonesia

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang keberadaannya menutupi seluruh permukaan luar tubuh. Sebagai sistem perlindungan eksternal tubuh, kulit menjadi sangat rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan, di antaranya adalah vitiligo. Apa itu vitiligo dan penyebabnya?

Kamu akan menemukan jawaban seputar apa itu vitiligo dan penyebabnya dalam artikel ini, serta penjelasan sejumlah penyakit kulit yang umum menyerang.

BACA JUGA: Kenali Penyebab Kulit Kepala Kering dan Mengelupas serta Cara Mengatasinya

Jadi Benteng Perlindungan Pertama Tubuh, Kulit Berisiko Alami Gangguan Kesehatan

Kulit terdiri dari tiga lapisan, yakni epidermis, dermis, dan hipodermis, ketiganya memiliki fungsi yang sangat bervariasi. Namun secara umum, kulit merupakan organ yang berfungsi sebagai garda terdepan untuk melindungi tubuh dari patogen, sinar UV, bahan kimia, serta cedera mekanis. Kulit juga mengatur suhu dan jumlah air yang dilepaskan tubuh ke lingkungan.

Keberadaan kulit yakni di bagian terluar tubuh membuat organ ini sangat berisiko mengalami masalah kesehatan, yaitu:

  • Alergi, seperti dermatitis kontak dan ruam akibat racun tanaman
  • Trauma atau cedera langsung ke kulit
  • Gigitan serangga
  • Kanker kulit, termasuk melanoma
  • Infeksi kulit seperti selulitis
  • Ruam kulit dan kulit kering
  • Gangguan kulit seperti jerawat, eksim, psoriasis dan vitiligo
  • Lesi kulit seperti tahi lalat, bintik-bintik dan kutil
  • Melepuh atau luka bakar (termasuk sengatan sinar matahari) dan bekas luka.

Apa Itu Vitiligo dan Penyebabnya?

Vitiligo merupakan kondisi di mana kulit kehilangan zat warna (pigmen) sehingga memunculkan bercak-bercak. Dapat terjadi di kulit area mata, bagian dalam mulut dan kulit kepala.

Karateristik vitiligo yakni sifatnya permanen atau seumur hidup, lebih sensitif terhadap sinar matahari, bercak sangat terang dan akan terlihat jelas pada orang dengan kulit gelap atau kecoklatan, penyebarannya perlahan dan lama, yakni bisa dalam hitungan minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun.

Gangguan kulit ini tidak menular, tidak berbahaya dan bukan termasuk kategori kanker kulit atau infeksi. Seseorang dengan vitiligo sama sehatnya dengan orang yang tanpa vitiligo.

Penyebab vitiligo sendiri belum diketahui pasti, namun sejumlah faktor dianggap menjadi pemicunya, seperti:

  • Gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang melanosit, sel pembentuk pigmen
  • Faktor keturunan, lebih dari 30 persen anak dengan vitiligo berasal dari orang tua yang juga memiliki kondisi yang sama
  • Faktor eksternal seperti paparan sinar matahari.

Setelah memahami apa itu vitiligo dan penyebabnya, kamu juga perlu mengetahui bahwa vitiligo memiliki beberapa jenis seperti:

 1.Vitiligo non-segmental

Ciri-cirinya:

  • Bercak memiliki pola semi-simetris
  • Penyebarannya lambat
  • Muncul secara berkelompok hanya di satu area
  • Bercak muncul pada area yang sering terpapar sinar matahari seperti leher, wajah dan tangan.

Namun dapat juga muncul di area lutut, siku, mulut, ketiak, selangkangan, alat kelamin, dan pusar.

2.Vitiligo segmental

Ciri-cirinya:

  • Pola bercak cenderung tidak simetris
  • Penyebarannya lebih cepat
  • Cenderung muncul di area kulit yang melekat pada saraf yang terhubung ke akar dorsal tulang belakang
  • Dapat terdeteksi pada usia anak-anak.

Selain Vitiligo, Ini Masalah Kesehatan Kulit Lainnya Umum Menyerang Kulit

1.Psoriasis

Gangguan pada kulit berupa bercak kemerahan dan menyebabkan gatal, juga nyeri. Kerap muncul di siku, lutut, dan kulit kepala. Kemunculan psoriasis disebabkan akibat terlalu cepatnya proses regenerasi kulit penderitanya.

Jika normalnya proses regenerasi berlangsung dalam waktu 30 hari, penderita psoriasis hanya butuh hitungan hari untuk meregenerasi kulitnya. Dampaknya, terjadi penumpukan kulit yang menimbulkan munculnya bercak kemerahan diselimuti lapisan kulit bersisik warna putih dan tebal. Lapisan ini berpotensi retak dan menyebabkan perdarahan.

Apa penyebab psoriasis?

Ada dua faktor utama yang bisa jadi pendorong risiko penyakit psoriasis, yakni:

1. Faktor genetik

Jika memiliki anggota keluarga dengan riwayat psoriasis maka memberi peluang lebih besar untuk memiliki penyakit itu.

2. Gangguan sistem kekebalan tubuh (autoimun)

Di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang diri sendiri. Normalnya, sel darah putih akan menyerang bakteri yang masuk ke tubuh untuk mencegah infeksi.

Namun pada penderita psoriasis, darah putih mulai menyerang sel kulit karena  menganggapnya sebagai infeksi. Dampaknya, regenerasi kulit berjalan 10 kali lebih cepat dari orang normal sehingga menimbulkan plak.

3.Faktor pemicu lainnya seperti: perubahan hormon, konsumsi alkohol, merokok, dan stres.

2.Dermatitis atopik (eksim kering)

Penyakit dermatitis atopik merupakan gangguan kulit kronis berupa kulit yang kering disertai rasa gatal. Disebut kronis karena muncul berulang kali dan memburuk pada periode-periode tertentu.

Pada anak-anak dan bayi, kemunculan dermatitis atopik secara umum menimbulkan gejala seperti:

  • Kulit terasa kering, gatal, dan bersisik
  • Pada bayi, ruam kulit muncul di kepala atau pipi yang menyerupai gelembung dan mengandung cairan bening
  • Pada anak-anak ruam muncul di lipatan siku, lutut, leher dan wajah.

Sedangkan pada orang dewasa, kemunculan dermatitis atopik ditandai dengan adanya perbedaan warna kulit yang mencolok, baik lebih gelap maupun lebih terang dan mudah teiritasi.

Jika tidak diobati, gejala akan berkembang menjadi peradangan yang mengakibatkan aliran darah meningkat. Ini menyebabkan ruam dan peradangan semakin meluas bahkan dapat terjadi infeksi.

Penyebab dermatitis atopik

Kulit memiliki kemampuan alami untuk menjaga kelembapannya sendiri. Sayangnya kemampuan tersebut tidak berfungsi optimal pada kulit dengan variansi gen tertentu. Seperti pada seseorang yang memiliki terlalu banyak sel-sel inflamasi di kulitnya, atau memiliki lapisan kulit penghalang yang lebih tipis dibanding orang pada umumnya.

Kedua kondisi tersebut-lah yang membuat kulit rentan mengalami gangguan, yakni kulit menjadi lebih kering, mudah kehilangan kandungan air, dan semacamnya, hingga pemicu iritasi lebih mudah masuk dan menyerang kulit.

Faktor risiko munculnya dermatitis atopik yakni faktor keturunan atau genetik keluarga. Di mana jika salah satu orang tua memiliki riwayat penyakit ini, maka peluang anak menderita dermatitis atopik sebesar 50 persen. Peluangnya akan semakin besar jika kedua orang tua memiliki penyakit ini.

Faktor lingkungan dan kebiasaan juga turut memicu dermatitis atopik. Seperti cuaca terlalu panas yang memicu produksi keringat berlebih, cuaca yang terlalu dingin, terpapar alergen, kebiasaan mandi air panas dalam waktu lama, penggunaan sabun atau detergen, tergores, serta iritasi fisik. 

3.Kutil

Penyakit kulit yang juga kerap diderita masyarakat Indonesia adalah kutil, yaitu berupa benjolan kulit bertekstur kasar. Kutil tumbuh akibat kulit yang terinfeksi human papillomavirus (HPV).

Ada 4 jenis kutil, yakni

  1. Kutil biasa, yang tumbuh di jari tangan dan kaki
  2. Kutil datar, yang biasanya tumbuh di wajah, paha, ataupun lengan
  3. Kutil berpigmen, yang umum tumbuh di sekitar mulut atau hidung, leher, kelopak mata dan ketiak
  4. Kutil plantar, yang umum muncul di telapak kaki.

Meski sifatnya tidak membahayakan, namun seringkali keberadaan kutil mengganggu penampilan hingga menurunkan kepercayaan diri seseorang.

Kutil sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya, namun membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni sekitar 1-5 tahun. Ini yang membuat beberapa orang membutuhkan prosedur medis untuk menghilangkan kutil dengan cepat dan aman.

4.Penyakit kulit jamur (kurap)

Penyakit kulit ini disebut juga ringworm karena polanya melingkar seperti cacing. Kurap disebabkan oleh infeksi jamur, yakni TrichophytonMicrosporum, dan Epidermophyton. Infeksi  jamur penyebab kurap menyebabkan munculnya ruam kemerahan yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Umumnya kurap muncul di area kulit kepala, kaki, kuku, janggut, selangkangan, dan lain-lain.

Gejala kurap yang biasanya muncul, yakni:

  • Muncul plak berwarna kemerahan, gatal, bersisik, dan menonjol di area kulit tertentu
  • Area yang terinfeksi bisa menunjukkan gejala melepuh dan munculnya pustula
  • Bagian kulit yang terinfeksi berbentuk melingkar dan berwarna kemerahan di bagian luarnya
  • Area yang berbentuk lingkaran biasanya lebih menonjol dan terlihat seperti tambalan.

5.Jerawat

Gangguan kulit ini umum muncul di area wajah, dada, dan punggung. Biasanya keluhan ini terjadi pada remaja yang memasuki masa puber akibat perubahan hormon yang mendorong tumbuhnya folikel rambut. Ketika folikel ditempeli kelenjar minyak, ia akan tersumbat dan menimbulkan komedo, papule (benjolan kecil pada kulit), serta jerawat.

Selain dari folikel rambut yang tersumbat, penyebab jerawat lainnya adalah kelebihan minyak yang diproduksi sel-sel kulit (sebum). Minyak sebenarnya berfungsi melindungi kulit, namun jika jumlahnya berlebihan, ini akan membuat pori-pori tersumbat.

Pori-pori yang tersumbat lama kelamaan akan membesar dan terlihat seperti komedo putih. Banyaknya kotoran yang menumpuk lalu menyebabkan komedo menjadi berwarna hitam. Jika tidak diatasi akan membuat folikel terus membesar dan membentuk benjolan kecil yang biasanya disertai adanya lapisan kulit yang ikut pecah.

Ini yang memungkinkan bakteri masuk ke lapisan kulit bagian dalam dan mengiritasi hingga akhirnya menyebabkan peradangan yang memperparah jerawat.

BACA JUGA: Cegah Penyakit HPV dengan Vaksin HPV

Obati Gangguan Kulit di ERHA Ultimate Atopy & Skin Disease Center

Gangguan kulit tidak bisa disepelekan karena selain menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan, gangguan kulit khususnya di area tubuh yang mudah terlihat, dapat menurunkan rasa kepercayaan diri. Mengupayakan pengobatan medis perlu dilakukan agar gangguan kulit tidak berkembang ke kondisi yang lebih serius.

Salah satunya kamu bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan masalah kesehatan kulit di ERHA Ultimate Atopy & Skin Disease Center (ERHA ASDC). ERHA ASDC merupakan program klinikal yang  berfokus untuk mengatasi permasalahan kulit seperti dermatitis atopik, psoriasis, vitiligo dan penyakit kulit lainnya di Indonesia.

Untuk pengobatan dengan menggunakan 3-axis products. Yakni Over The Counter Products (skincare), Compounding (obat yang diracik oleh dokter) dan Medical Treatment. Treatment dan produk ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing individu.

Selain ditangani oleh dokter spesialis yang berpengalaman serta disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan setiap individu, kamu juga akan mendapatkan sejumlah manfaat jika melakukan perawatan dan pengobatan di ERHA Atopy and Skin Disease Center. Seperti terapi yang berbasiskan teknologi tinggi, semua produk untuk pengobatan baik oral maupun topikal telah teruji klinis dan BPOM sehingga aman digunakan, serta pelayanan setara standar rumah sakit (hospital grade service) termasuk higienitasnya, namun lebih efisien, nyaman dan mudah.

ERHA Ultimate Atopy & Skin Disease Center ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengenal kondisi kulit dan cara mengatasi permasalahannya secara berkelanjutan, melalui konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan rangkaian perawatan dengan produk terbaik. Didukung dengan alat-alat berteknologi tinggi seperti Excimer Light.